Posted to Indonesia

Surabaya Menjadi Pionir Pengembangan Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui program Sayang Ibu secara aktif terus mengembangkan jaringan gas bumi untuk rumah tangga di berbagai kota di Indonesia. Pemanfaatan energi baik yang hemat dan ramah lingkungan ini tentu saja sangat menguntungkan para ibu rumah tangga terutama mereka yang mempunyai profesi rangkap sebagai pengusaha kecil atau pengusaha ‘rumahan’.

foto-dari-lima-20150710jaringan-gas-kota-090715-pras-1

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang dikenal ‘sangat akrab’ dengan wong cilik telah bertemu Menteri ESDM di Jakarta untuk menjalin kesepakatan kerja sama dalam sektor energi bersih, termasuk energi terbarukan dan gas, pada akhir Mei 2015 lalu. Setelah peninjauan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said,  Surabaya dinilai memang paling siap menjadi percontohan pengembangan jaringan gas bumi untuk rumah tangga dan bisa menjadi pilot project percepatan pemanfaatan energi bersih bagi kota-kota lain di Indonesia.

Mengapa Surabaya?

Selain karena kotanya sudah tertata dengan baik, ternyata Surabaya dinilai telah memenuhi persyaratan dasar dalam pembangunan jaringan gas, yakni tersedianya infrastruktur pipa, pasokan gas, dan pasar. Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Migas telah melakukan pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga di kota Surabaya sejak tahun 2009 yang terdiri dari terdiri dari 2.900 sambungan rumah yang dibangun dengan dana APBN. Serta, sekitar 13.000 sambungan rumah yang dibangun dengan dana milik BUMN.

Sales Area Head PGN Surabaya-Gresik Misbachur Munir mengatakan tahun 2016 ini PGN menargetkan penambahan pelanggan gas rumah tangga sebanyak 28.500 kepala keluarga melalui dua program yaitu Sayang Ibu dan Jargas. Sayang Ibu sebagai program PGN sebanyak 4.500 pelanggan, sedangkan Jargas yang merupakan program penugasan dari Pemerintah kepada PGN sebanyak 24 ribu pelanggan.

Tanpa menunggu gerak PGN, sosialisasi pun dilakukan oleh para pemimpin di Kota Pahlawan tersebut. Walikota Tri Rismaharini menegaskan, dirinya memang mendorong penggunaan gas bumi tidak hanya sebagai upaya mewujudkan ketahanan dan kedaulatan energi nasional seperti visi Kementrian ESDM, tetapi karena dampak positifnya juga bisa dirasakan langsung oleh warga. Sudah ada beberapa kampung yang mengalami peningkatan ekonomi karena pemakaian gas bumi PGN lebih efektif dan efisien. Selain itu faktor keamanan juga menjadi pertimbangan utamanya, karena jaringan gas bumi dialirkan melalui pipa seperti pipa air, dan bukan memakai tabung seperti elpiji yang mudah meledak jika terjadi kebocoran.

Kesiapan Surabaya menjadi pionir percontohan pengembangan gas bumi sudah tentu diikuti juga dengan kesiapan menerima para walikota atau bupati daerah lain di Indonesia yang akan ‘belajar’di Surabaya.

“Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi.”

 

 

Advertisements

One thought on “Surabaya Menjadi Pionir Pengembangan Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s