Posted to Indonesia

Gas Bumi PGN Ukirkan Senyuman di Wajah Ibu-ibu Indonesia

PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) yang terus berkomitmen untuk memperluas pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat di berbagai segmen mulai dari rumah tangga, UKM, hotel, mal, restoran, industri, pembangkit listrik dan transportasi, sudah memiliki dan mengoperasikan pipa gas bumi sepanjang 78% dari pipa gas bumi hilir nasional.

Di segmen rumah tangga, para ibulah yang secara langsung merasakan banyak manfaat menggunakan gas bumi. Berperan sebagai manager, seorang ibu harus mampu mengatur dan mengintegrasikan berbagai macam kebutuhan anggota keluarga sehingga tujuan rumah tangga bisa tercapai.

Untitled-1.jpg

Ibu Elfa, salah satu pelaku UKM kue atau jajanan pasar di Kampung Kue Surabaya, Jawa Timur  mengungkapkan, gas bumi yang dialirkan oleh PGN turut menyumbang kesuksesan usahanya selama kurang lebih 4 tahun. Penghematan yang didapatnya setelah menggunakan gas bumi membuatnya bisa menyekolahkan ketiga anaknya. Sebelumnya dalam memproduksi kue basah seperti pie, soes, lemper, ketan srikaya hingga putri mandi, ia mengeluarkan biaya bahan bakar LPG sebesar Rp 700 ribu sampai Rp 900 ribu per bulan. “Sejak beralih ke gas bumi PGN 4 tahun lalu, saya hanya keluarkan biaya tagihan gas bumi sebesar Rp 250 ribu per bulan. Penghematannya bisa saya pakai beli peralatan untuk tambah produksi kue,”lanjutnya.

Ibu Rahmawaty (43), warga Kelurahan Lorok Pakjo, Kota Palembang Sumatera Selatan mengatakan  bahwa dalam sebulan ia harus mengeluarkan biaya Rp 60 ribu untuk membeli empat tabung elpiji seharga Rp 15.000 per tabung. Tetapi setelah berlangganan gas bumi, dia hanya membayar Rp50 ribu  per bulan. ”Untuk keluarga yang pas-pasan seperti kami, selisih biaya Rp 10 ribu tentu sangat berarti. Uang itu bisa disisihkan untuk keperluan dapur,” tambahnya.

Hal senada juga dirasakan oleh Fitri (35), warga Kelurahan Siring Agung, Palembang, yang juga sudah beralih menggunakan gas bumi dari sebelumnya minyak tanah. Jika menggunakan minyak tanah, maka Fitri harus menghabiskan sekitar 30 liter per bulan atau sebesar Rp75 ribu dengan harga eceran Rp 2.500 per liter. ”Sementara dengan pemakaian 20-25 meter kubik gas alam, saya hanya membayar Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu per bulan. Jelas ini sangat mengurangi beban keuangan keluarga untuk membeli bahan bakar setiap bulan,” kata Fitri.

Nurhayati (45), salah satu pelaku usaha UMKM yang sudah menekuni usahanya selama 10 tahun, menceritakan keuntungan setelah memakai gas bumi PGN sambil menata Bandeng Presto olahannya  di Kp Mlatibaru III Semarang. Penggunaan gas bumi PGN mampu menghemat biaya hingga 40 persen dan memberikan kenyamanan karena saat pesanan Bandeng Presto berlimpah ia tak perlu khawatir kehabisan gas. Biaya produksi yang semakin mahal, antara lain harga bahan baku seperti bumbu dapur yang terus meninggi ditambah lagi harga elpiji yang terus merangkak naik tidak lagi membuatnya mengerenyitkan dahi karena sejak 2013 lalu ia memutuskan untuk menggunakan gas bumi PGN. Saat memakai gas elpiji, dalam sebulan ia bisa menghabiskan sekitar lima kali elpiji berukuran tiga kilogram. Apabila dikalikan Rp 19 ribu, maka jumlah pemakaian elpiji yang ia keluarkan mencapai Rp 95 ribu. Kini ia hanya mengeluarkan biaya per bulan Rp 80 ribu saja.

Merupakan bukti nyata bahwa gas bumi PGN yang mengaliri kawasan pemukiman penduduk mampu mendorong kemajuan perekonomian rumah tangga dan pelaku usaha UMKM.

Sebagai anak dan juga seorang ibu, saya berterima kasih kepada PGN karena peduli dengan situasi yang dialami para ibu di Indonesia.

Selamat Hari Ibu. Tetaplah senyum untuk Indonesia.

“Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi.”

 

Advertisements

One thought on “Gas Bumi PGN Ukirkan Senyuman di Wajah Ibu-ibu Indonesia

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s